heteroculture: politik IBX583E46ECC8CCF
Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Jun 17, 2023

Orang dari Jauh

Ketika ada suatu peristiwa hadi di depan mata, saya suka memposisikan diri untuk berada di kejauhan. Lalu saya akan mengamati, memperhatikan, terkadang juga mengomentari dan menebak. Mengomentari apa yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan, menebak apa yang seharusnya terjadi atau tidak terjadi. Lalu akan menyimpannya di bagian memori saya, yang mungkin suatu saat akan bermanfaat untuk saya panggil kembali ingatan itu.


Tidak semua orang senang berada di posisi yang saya sukai itu. Kebanyakan akan langsung berusaha untuk mendekat, menjadi dekat dan terlibat. Mungkin orang akan menganggap bahwa apa yang saya lakukan adalah sebuah bentuk ketidak pedulian saya, ketidak pekaan saya akan situasi di sekitar. Biarlah, hanya saya dan Tuhan yang tahu apa yang sebenarnya. Dan saya merasa tidak perlu dan guna untuk mengoreksi apa yang orang lain pikirkan tentang saya.


Bahkan orang terdekat saya pun dengan jelas dan gamblang menyebut saya sebagai seorang "pengamat sosial yang anti sosial". Saya tidak membantah maupun tidak membenarkan.

by vectorstock

Saya jarang sekali menonton televisi, apalagi acara-acara yang berkaitan dengan gosip selebriti atau bahkan soal berita-berita viral yang bersliweran. Saya tidak begitu tertarik. Mungkin itu yang kadang membuat saya membatasi diri dalam hal njagong atau cangkruk, karena takut tidak nyambung dengan apa yang dibicarakan. Tapi kalau ngobrol soal musik atau sepakbola masih sedikit-sedikit nyambung.


Bicara soal "anti sosial", saya jadi teringat dengan teman sekampung yang juga kebetulan satu angkatan dari SD sampai SMA, dia juga pernah menjuluki saya sebagai salah satu sosok yang "apatis".


Saya memang membatasi diri untuk tidak terlalu terlibat dengan hal-hal yang tidak saya kuasai dengan baik, saya tidak ingin melakukan blunder lalu menyebabkan gol bunuh diri yang akan membawa akibat yang fatal dan buruk terhadap saya juga orang lain.

Jun 13, 2023

Ora!Si Politik


bing images


Mari kita simak kisah Kang Senthun yang sedang berorasi politik di pemilihan ketua RW secara langsung, berikut ini:


Saudara-saudara, jika saya terpilih jadi ketua RW, saya akan jalankan program andalan "memasyarakatkan dangdut, mendangdutkan masyarakat"

Seperti kita tahu, dangdut banyak penggemarnya. Dari desa sampai di pelosok kota. Dari orang tua sampai balita. Dari yang miskin juga kaya.

Berbagai jenis lagu jika dibumbui dangdut bisa menjadi semakin syahdu. Pokoknya "dangdut is the music of my country", kalau kata Project Pop.

Dangdut bisa menjadi motor penggerak ekonomi kreatif masyarakat. Bagaimana mungkin?

Bisa kita lihat betapa semaraknya setiap konser dangdut, hampir bisa dipastikan bahwa penontonnya selalu penuh.

Berapa jumlah perputaran uang yang berlangsung pada waktu itu?

Dari transportasi, jasa parkir, tiket masuk, mercendais, kuliner, rokok, bahkan bisa jadi sektor penginapan juga akan terimbas

Maka dari itu, saudara-saudara, jika saya terpilih, akan saya ijinkan konser dangdut sepekan sekali, dengan mengundang artis-artis ibukota yang kondang.

Kemudian kita ekspos besar-besaran, diliput media oflen maupun onlen, sehingga komplek kita ini akan menjadi semakin tenar dan membahana.

Kalau perlu kita ciptakan rekor dunia, agar kelak anak cucu akan mengenang kebesaran komplek kita ini.

Sekian orasi dari saya, jangan lupa pilih saya. Ohya, amplop untuk saudara-saudara sekalian sudah saya titipkan pada koordinator masing-masing.

Kamsia. Terima kasih. Matur nuwun

Jan 28, 2017

Hiburan Ringan

"Film ini tidak mengandung pesan apapun. Kita memang tidak bisa belajar apapun dari film ini. Tapi film ini sangat lucu", kata Masha sewaktu menonton adegan kejar-kejaran antara kucing dan tikus di televisi pada salah satu episode film kartun Masha And The Bear.
(From Google)

Sewaktu menonton sebuah acara di televisi, kita mungkin terlalu tinggi meletakkan harapan di langit bahwa kita akan mendapatkan sesuatu yang berharga untuk kita. Entah itu ilmu, pengetahuan, ataupun yang sejenisnya. Tapi kita mungkin lupa bahwa tidak semua acara dikemas untuk memberikan kita sepenuhnya ilmu, pengetahuan dan lain-lain yang sejenisnya. 

Ada acara yang dibuat hanya untuk tujuan hiburan semata, jangan harap kita akan menemukan pesan di dalamnya selain bahwa tujuannya untuk menghibur kita. Mungkin maksud dari si pembuat acara adalah ketika kita sedang down karena ditinggal pasangan di malam minggu, atau karena ditagih hutang padahal saat itu hujan lagi deras-derasnya dan genteng pada bocor, dengan melihat acara hiburan tadi, kita akan terbuai terlena dan sejenak lupa, dengan segala permasalahan yang kita punya.

"Suguhi kami dengan hiburan
gosip dan berita murahan
agar tak lagi terdengar keluhan
dari perut yang kelaparan

Cekoki kami dengan hiburan
pengalih segala perhatian
agar tak lagi ada pertanyaan
kebijakan yang salah sasaran"

2014
(Yudhie Yarcho; Hiburan; Antologi Puisi Membaca Jepara 2; 2016)

Dari puisi di atas pun dapat kita temukan hal serupa, bahwa di televisi saat ini banyak sekali acara-acara yang ditujukan untuk menghibur perasaan kita, yang sedang tertekan oleh segala beban hidup sehingga sejenak akan terasa ringan dan terlupakan. 

Tak perlu membayangkan bahwa kita (baca: rakyat) membutuhkan hiburan yang mahal untuk menghilangkan segala rasa suntuk dan bosan menghadapi hidup. Mungkin dengan melihat berita di televisi terkait isu politik atau kenegaraan pun bisa menjadi hiburan tersendiri bagi kita. 

Dengan segala tingkah polah publik figur yang tersaji dan kita nikmati setiap hari, tanpa sadar membuat kita jadi bisa menertawakan kepedihan yang dialami, kesedihan yang dijalani. 

Bagaimana dengan anda?