heteroculture: hiburan IBX583E46ECC8CCF
Showing posts with label hiburan. Show all posts
Showing posts with label hiburan. Show all posts

Mar 5, 2023

Bekerja Bersama Orang Tua

Saya kadang merasa heran dengan seorang anak yang memilih bekerja di tempat yang sama dengan bapak atau ibunya. Bukan karena apa-apa, ya. Tapi yang menjadi ganjalan buat saya adalah apakah tidak ada rasa kagok atau canggung, harus bekerja bersama dengan bapak atau ibu sendiri.

Setiap hari ketemu di tempat kerja, membahas kerjaan, mereviu hasil kerjaan. Kemudian ketika pulang, sesampai di rumah sambil makan malam atau nonton televisi masih juga membahas kerjaan, mereviu hasil kerjaan dan saling mengingatkan apakah masih ada kerjaan yang tertunda belum dikerjakan atau sudah melebihi tenggat waktu.

Apa gak bosan? Tiap kali ketemu ngomongin kerjaan. Di rumah ngomongin kerjaan, di tempat kerja ngomongin kerjaan juga.

Belum lagi hal lain. Misal, di tempat kerja si anak posisinya sebagai bawahan dari si bapak. Di suatu hari yang hujan cuacanya cukup dingin sehingga si bapak merasa cocok ketika bekerja sambil ngopi, lalu dipanggillah si anak. 

"Tolong buatkan kopi. Awas kalau tidak mau. Kualat kau!!"

"Siap, bos"

Atau posisinya dibalik, si anak jadi bos dan si bapak jadi bawahan. Si anak pengen ngopi, kemudian dipanggillah si bapak.

Baru saja si anak minta dibuatkan kopi, sudah didahului oleh si bapak.

"Awas kualat!!"


***

bing.com

Berangkat kerja bareng, selalu ngomongin kerjaan baik di tempat kerja atau di rumah. Saya membayangkan jika saya ada di posisi itu, saya akan merasa tertekan. Terasa ada beban berat dan rasa canggung atau kagok harus menghadapi hal itu. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk menghadap bapak dan menyampaikan uneg-uneg saya.

"Pak, pecat saya jadi anak. Jangan pecat saya dari kerjaan ini!"

Lho... 




Jan 28, 2017

Hiburan Ringan

"Film ini tidak mengandung pesan apapun. Kita memang tidak bisa belajar apapun dari film ini. Tapi film ini sangat lucu", kata Masha sewaktu menonton adegan kejar-kejaran antara kucing dan tikus di televisi pada salah satu episode film kartun Masha And The Bear.
(From Google)

Sewaktu menonton sebuah acara di televisi, kita mungkin terlalu tinggi meletakkan harapan di langit bahwa kita akan mendapatkan sesuatu yang berharga untuk kita. Entah itu ilmu, pengetahuan, ataupun yang sejenisnya. Tapi kita mungkin lupa bahwa tidak semua acara dikemas untuk memberikan kita sepenuhnya ilmu, pengetahuan dan lain-lain yang sejenisnya. 

Ada acara yang dibuat hanya untuk tujuan hiburan semata, jangan harap kita akan menemukan pesan di dalamnya selain bahwa tujuannya untuk menghibur kita. Mungkin maksud dari si pembuat acara adalah ketika kita sedang down karena ditinggal pasangan di malam minggu, atau karena ditagih hutang padahal saat itu hujan lagi deras-derasnya dan genteng pada bocor, dengan melihat acara hiburan tadi, kita akan terbuai terlena dan sejenak lupa, dengan segala permasalahan yang kita punya.

"Suguhi kami dengan hiburan
gosip dan berita murahan
agar tak lagi terdengar keluhan
dari perut yang kelaparan

Cekoki kami dengan hiburan
pengalih segala perhatian
agar tak lagi ada pertanyaan
kebijakan yang salah sasaran"

2014
(Yudhie Yarcho; Hiburan; Antologi Puisi Membaca Jepara 2; 2016)

Dari puisi di atas pun dapat kita temukan hal serupa, bahwa di televisi saat ini banyak sekali acara-acara yang ditujukan untuk menghibur perasaan kita, yang sedang tertekan oleh segala beban hidup sehingga sejenak akan terasa ringan dan terlupakan. 

Tak perlu membayangkan bahwa kita (baca: rakyat) membutuhkan hiburan yang mahal untuk menghilangkan segala rasa suntuk dan bosan menghadapi hidup. Mungkin dengan melihat berita di televisi terkait isu politik atau kenegaraan pun bisa menjadi hiburan tersendiri bagi kita. 

Dengan segala tingkah polah publik figur yang tersaji dan kita nikmati setiap hari, tanpa sadar membuat kita jadi bisa menertawakan kepedihan yang dialami, kesedihan yang dijalani. 

Bagaimana dengan anda?