heteroculture: January 2018 IBX583E46ECC8CCF

Jan 29, 2018

Kosong



Di saat-saat yang lain orang memerlukan sedikit celah untuk lari dari rutinitas yang membosankan. Sebuah celah, ya, sebuah "kekosongan" yang diperlukan untuk sejenak melarikan diri. Dari apapun.


Tapi di saat-saat yang hampir bersamaan orang juga sibuk mengisi ruang-ruang dengan segala macam pernik yang sebenarnya tidak begitu diperlukan. Dinding yang sudah dipulas dengan warna masih saja dilekati dengan pigura-pigura. Ruang yang menciptakan antara masih disesali dengan perabotan yang bahkan terkadang menghalangi langkah untuk berjalan.


Meski di kebanyakan waktu orang sibuk memermak wajah agar terlihat mutakhir, menjadi yang pertama memiliki, membuat pagar yang tinggi dan memenuhinya dengan patung-patung, dan lain-lain lagi.


Namun pada suatu waktu ketika tubuh sudah mulai lelah, orang membutuhkan sedikit jeda. Waktu untuk menghindar dari segala hiruk pikuk. Orang kembali ke waktu luang, ruang lengang, ke kekosongan. Istirah.

Jan 2, 2018

Buanglah Mantan Pada Tempatnya

"Wah ada sampah. Ada daun, ada plastik, ada bebek.", demikian celoteh Aleyya anak perempuan saya sewaktu kapal motor yang kami tumpangi melewati sekumpulan sampah yang mengapung di tengah laut.

Bagi sebagian (=besar?) orang, laut bisa menjadi semacam penampungan besar segala hal yang dianggap sudah tidak berguna lagi. Mulai dari bekas bungkus makanan dan minuman, popok bayi bahkan juga mantan, mungkin.

Di sekitar kita, tidak hanya di laut, sampah berceceran di berbagai tempat. Di jalan, orang membuang sampahnya begitu saja dan seenaknya dari jendela kendaraan. Di kampung, orang membuang sampah di selokan atau di kali, yang bukan tidak mungkin alirannya akan bermuara ke laut, dan suatu ketika akan berbalik lagi ke daratan. Lihat saja di pinggir-pinggir pantai.

Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya tidak bisa dilakukan dengan mudah, mungkin faktor terbesar adalah kesadaran dan kemauan dari diri sendiri untuk memulai. Dan hal itu sebenarnya bisa diperkenalkan sejak dini melalui pendidikan dan pemberian contoh kepada anak-anak kita.

Anak-anak akan dengan mudah meniru setiap perilaku atau perbuatan yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitar mereka. Jika yang dilihat oleh mereka adalah perbuatan baik, di antaranya membuang sampah pada tempatnya, maka bolehlah kita merasa optimis akan kelangsungan negeri ini di tangan mereka. 

Sudah siapkah kita tidak membuang sampah sembarangan?

[selesai]